Sebaran Label

Showing posts with label CSS. Show all posts
Showing posts with label CSS. Show all posts

Wednesday, July 7, 2010

Tampilan Blog di Firefox dan Internet Explorer Berbeda

Beberapa postingan terakhir saya selalu membahas tentang tampilan dan tampilan. Tentang tampilan visual yang akan dinikmati pengunjung. Beberapa blogger memilih mengedit template mereka sendiri dan kadang jauh meng-customisasi tampilannya agar benar-benar berbeda. Yang sering terlupakan adalah, tampilan blog bisa benar-benar berbeda jika dibuka pada browser yang berbeda (baca: Cek Tampilan Blog di Berbagai Browser).

Yang paling mengganjal adalah Internet Explorer, terlebih seri-seri lawas seperti IE 6 atau 7. Jangan kaget jika ketika Anda tes dengan Firefox atau Chrome blog Anda baik-baik saja, namun ketika Anda tes gunakan Internet Explorer tampilan blog Anda berantakan. Berikut ini adalah sedikit trik untuk mengurangi dampak tersebut. Kita bisa mengatur agar tampilan blog kita di Firefox dan Internet Explorer 6 berbeda.

Penulisan CSS
Agar tampilan bisa berbeda sesuai yang kita inginkan di Firefox dan IE 6, maka kita akan menggunakan 2 CSS untuk satu objek.

Untuk Internet Explorer, formatnya:

#uniqueid {property: value;}

Untuk Firefox dan universal, formatnya:
html > body #uniqueid {property: value;}

Contoh Penggunaan
Yang sering menjadi masalah pada kedua browser tersebut adalah soal jarak yang berbeda. Nah, nanti Anda bisa menggunakan tutorial ini untuk pengaturan margin atau padding yang berbeda. Sekarang saya memberikan contoh yang simple agar mudah dimengerti dengan pengaturan lebar main-wrapper.

#main-wrapper {width: 580px;}
html > body #main-wrapper {width: 280px;}

Silahkan Anda coba pada template percobaan Anda. Kode di atas berarti, lebar main-wrapper blog jika dibuka di IE 6 adalah 580 px, sementara ketika dibuka di Firefox atau browser umum lain, maka lebar blog ditampilkan 280 px. 

Percobaan dengan Minima
Tampilan blog  dengan IE
Tampilan blog dengan Firefox

 
Tampilan blog dengan Opera


Pada IE menampilkan lebar yang berbeda dengan browser umum, sementara Mozilla Firefox dan Opera menampilkan lebar yang sama seperti browser kebanyakan. BEgitupun dengan Google Chrome. Selamat mencoba.... Semoga bermanfaat.............

Read More......

Monday, July 5, 2010

CSS Id - Belajar CSS #5

Sebelumnya kita telah berbagai tutorial dasar. Ini adalah seri yang ke 5 dan kita akan mempelajari tentang CDD Id. Bagi yang belum membaca tutorial dasar CSS sebelumnya, silahkan ikuti:

Belajar CSS 1: Pengenalan CSS
Belajar CSS 2: Berbagai Metode Penggunaan CSS
Belajar CSS 3: Syntax CSS
Belajar CSS 4: CSS Class


Ini sangat mirip dengan CSS Class, namun jika CSS Class digunakan beberapa kali, CSS Id hanya boleh unik atau setiap ID hanya boleh digunakan oleh satu bagian. CSS Class lebih digunakan untuk format style tulisan, sedangkan ID untuk melayout bagian-bagian utama template seperti header, sidebar atau kolom footer.

Penulisannya...
Jika penulisan CSS Class dimulai dengan tanda titik (.) penulisan CSS Id dimulai dengan tanda pagar (#)
Formatnya: .namaid {property:value;}

Contohnya adalah sebagai berikut:

#kolomatas{
color: #fff;
font-size: large;
background: #000;
}

Artinya, bagian kolomatas akan diberi background hitam (#000) dan warna tulisannya adalah putih (#fff) juga ukuran tulisannya besar (large)

Penerapannya
Untuk menerapakan effect dari css di atas pada bagian HTML, maka penulisannya adalah:
<div id="kolomatas">
Tulisan atau bagian yang akan diberi style disini
</div>

Pada bagian Tulisan atau bagian yang akan diberi style disini, Anda bisa memasukkan tulisan ataupun kode html yang nantinya gaya/style nya akan mengikuti sesuai dengan css kolom atas. Semoga bermanfaat dan saya akan memebrikan lebih di esok hari...

Read More......

Thursday, July 1, 2010

CSS Class - Belajar CSS #4

Ini serial belajar css yang ke 4. Seperti biasa kita akan membahas css mulai dari dasar. Kali ini kita membahas Class Selector, yang mmungkinkan Anda memberikan gaya yang sama untuk banyak bagian HTML. Jadi ini akan digunakan beberapa kali.

Penulisannya...

Penulisan di awali dengan tanda titik (.)
.namaclass {property:value;}

Contohnya adalah seperti berikut ini:
.teksbirutebal {
color: blue;
font-size: large;
font-weight: bold;
}

- Penulisan dimulai dengan tanda titik
- Sebaiknya namaclass diganti sesuaidengan propertinya. Misalkan Anda memberikan value teks berwarna biru dan bergaya tebal, maka pilihlah nama teksbirutebal agar lebih tertata dan tidak membingungkan nantinya.

Penerapannya...
Misalkan ada tulisan:
Jangan lupa kunjungi Mas Doyok, karena blog tersebut update setiap hari.

Kemudian kita ingin mengubah kata mas doyok bergaya teks tebal dan berwarna biru. Sementara, kata-kata yang lain dibiarkan tetap, seperti berikut:
Jangan lupa kunjungi Mas Doyok, karena blog tersebut update setiap hari.

Penulis kodenya menjadi:
Jangan lupa kunjungi <span class="teksbirutebal">Mas Doyok</span>, karena blog tersebut update setiap hari.

Pada kode di atas, kata Mas Doyok di beri class teksbirutebal, artinya kata tersebut akan di atur sesuai dengan property dan value css class teksbirutebal seperti yang tadi dituliskan di awal. Jika CSS nya diganti, maka otomatis tulisan Mas Doyok tersebut akan ikut berganti style.

Menempelkan Class Pada Tag HTML
Contoh tag HTML adalah, p, h1, h2, h3, h4 dan seterusnya. Misalkan ada css seperti berikut ini:
h4 {
  font-size: large;
  color: #333333;
}

Artinya setiap elemen yang masuk pada tag heading h4, akan diberi warna hijau (color: #333333) dan model huruf besar (font-size:large). Lalu misalnya kita menggunakan tag headings untuk banyak bagian. Misalkan saja untuk judul gadget pada sidebar kiri dan sidebar kanan. Kedua judul sidebar tersebut sama-sama menggunakan tag headings h4. Kemudian kita menginginkan style judul sidebar kiri dan sidebar kanan berbeda. Maka kita tempelkan class pada tag h4. Rumusnya:
taghtml.namaclass {property:value;}


Maka, untuk kasus di atas, kode css nya menjadi:
h4 {
  font-size: large;
  color: #333333;
}

h4.sidebarkiri {
  text-align: left;
}

h4.sidebarkanan {
  text-align: center;
}

Perbedaanya hanya terdapat pada text-align alias perataan. Anda bisa menambahkan lagi style yang berbeda pada masing-masing class. Kali ini kita hanya mengambil perbedaan pada text-align:left dan text-align:center.

Maka penerapannya, misal adalah:
<h4 class='sidebarkiri'>Judul Gadget</h4>
artinya: Judul Gadget akan dicetak hijau dan besar (sesuai h4) dan rata  kiri (sesuai class sidebar kiri)
<h4 class='sidebarkanan'>Judul Gadget</h4>
artinya: Judul Gadget akan dicetak hijau dan besar (sesuai h4) dan rata  tengah (sesuai class sidebar kanan)

Contoh Penggunaan Class Untuk Link Tertentu
Saya mengambil contoh penerapan class pada kasus nyata untuk membuat link yang berbeda. Pada umumnya, pengaturan warna saat link disorot di atur oleh CSS:

a:hover {
text-decoration: underline;
}

Nah Anda bisa menambahkan kode css seperti berikut ini, di bawah css link umum tersebut
a.linkspecial:hover {
text-decoration: underline;
color: #333333;
}

Sehingga penerapannya pada kode html Link:
<a href="http://www.masdoyok.co.cc" class="linkspecial">Blog Tips Episode 2</a>

Yang berwarna merah adalah tambahannya... Dengan begitu, saat disorot link tersebut akan berwarna sesuai css class linkspecial dan bukan css link pada umumnya.

Lalu, Fungsi Utama Penggunaan Class?
Lalu apa sebenarnya fungsi utama penggunaan class? Seperti dikatakan di awal ini digunakan untuk pemberian style yang sama untuk banyak bagian. Suatu saat, misal karena perubahan background template, Anda diharuskan merubah beberapa bagian template agar warnanya cocok. Anda akan sangat kerepotan jika harus edit beberapa bagian yang ber style sama satu persatu. Nah, jika beberapa bagian itu telah Anda beri class yang sama, maka ketika Anda ingin merubah banyak bagian, Anda cukup mengganti value pada kode css tanpa harus ke bagian HTML.

Selain itu Class digunakan untuk memberikan style yang berbeda dari ummnya, seperti contoh pada penerapan link di atas. Semoga bermanfaat....


Seri Sebelumnya:
- Pengenalan CSS
- Berbagai Metode Penggunaan CSS
- Syntax CSS

Read More......

Sunday, June 27, 2010

Syntax CSS - Belajar CSS #3

Kembali lagi pada serial belajar CSS. Mari kita selangkah lebih dalam lagi mempelajarinya. Ini adalah yang ketiga setelah serial Belajar CSS #1 - Penganalan CSS dan Belajar CSS #2 - Berbagai Metode Penggunaan CSS. Kali ini kita akan membahas aturan penulisan kode CSS.

CSS Syntax
Penulisan CSS menggunakan dua bagian utama yakni selector dan declaration. Selector adalah elemen HTML yang ingin Anda atur style nya. Sedangkan Declaration terdiri dari dua bagian yakni property dan value. Properti adalah attribut gaya dan value adalah nilai pengaturnya.

selector {property: value}
selector: h1, property: font-size, value: 10px.
Berarti: Ukuran huruf dari bagian h1 adalah 10 px


- Property dan value dipisahkan dengan titik dua :
- Pengaturan sifat atau declaration terdapat di dalam kurung keriting {}
- Jika satu properti memiliki beberapa nilai (value) maka dipisahkan dengan koma ,
selector {property: value1, value2, value3}
- Jika satu isian value menggunakan lebih dari satu kata, maka apitlah dengan tanda petik ""

Contoh:
body {font-family: "Trebuchet MS", Georgia, Arial, serif;}

Perhatikan kode di atas!
- Selector body memiliki beberapa pengaturan sifat yakni background dan font-family.
- Trebuchet MS terdiri dari dua kata, oleh karena itu diapit tanda petik

Penggunaan Banyak Sifat / Declaration
Di atas telah jelas diterangkan cara penulisan CSS. Sekarang bagaimana jika satu selector, memiliki banyak sifat. Jika menggunakan beberapa deklarasi, maka akhiri deklarasi dengan titik koma.

Satu sifat:
selector {property: value;}

Banyak sifat:
selector {property1: value; property2: value; property3: value;}
atau jika ingin lebih mudah dibaca, ditulis:

selector {
property1: value;
property2: value;
property3: value;
}

Contoh:
body {
  background: #000000;
  font-family: “Trebuchet MS”, Georgia, Arial, serif;
}


Penggabungan Selector
Adakalanya beberapa selector ternyata memiliki property dan value yang sma persis. Misalkan sebagai berikut:
h1 {font-size: 8px; color:#cccccc;}
dan
h2 {font-size: 8px; color:#cccccc;}
dan
h3 {font-size: 8px; color:#cccccc;}
dan
h4 {font-size: 8px; color:#cccccc;}
dan
h5 {font-size: 8px; color:#cccccc;}

Nah karena kode tersebut terlalu panjang, kita bisa menyingkatnya. Pisahkan antara selector dengan koma.
h1, h2, h3, h4, h5 {font-size: 8px; color:#cccccc;}

Comments Tag
Comments tag diberikan sebagai informasi untuk CSS tertentu. Ketika CSS sudah sangat panjang, maka informasi ini dibutuhkan agar css tertentu lebih mudah ditemukan. Cara penulisannya adalah dibuka dengan /* dan ditutup dengan */


Contoh:
/* Ini adalah pengaturan header*/
#header-wrapper {
width: 120px;
height: 90px;
}

Semoga sedikit pembelajaran lagi tentang CSS ini bermanfaat untuk Anda. Selamat pagi...

Read More......

Wednesday, June 23, 2010

Berbagai Metode Penggunaan CSS - Belajar CSS #2

Setelah pada seri perdana belajar CSS kita membahas tentang pengenalan CSS (baca: Pengenalan CSS - Belajar CSS #1), seakrang kita membahas berbagai metode penggunaan CSS di blog. Ada tiga jalan yang bisa Anda tempuh yakni seperti berikut ini:


Internal Stylesheet
Pertama Anda bisa menggunakan internal yakni dengan meletakkan kode css di sesi head (diantara <head> dan </head>) dengan menggunakan tag <style>. Misalnya seperti contoh di bawah ini:

<head>
<style type="text/css">
body {background:url("images/back40.gif");}
</style>
</head>

External Stylesheet
Alternatif lain adalah Anda bisa menggunakan mode external stylesheet artinya file css Anda ada di luar blog Anda dan kita menggunakan script untuk memanggil file tersebut. File bisa dibuat dengan dreamweaver atau notepad dengan memberikan ekstensi .css saat menyimpan. Tulis kode css pada notepad tanpa dicampuri dengan kode html. Berikut dua metode pemanggilan file yang bisa Anda pilih...

<head>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="filecssanda.css" />
</head>

atau

<head>
<style type="text/css">@import url(filecssanda.css)</style>
</head>

Cara ini memiliki kelebihan sebagai berikut:
- Mudah dalam maintance
- Mengurangi berat template
- Mengurangi bandwidth
- Fleksibilitas lebih baik

Inline Stylesheet
Banyak yang berpendapat cara ini bukan cara yang baik dalam urusan SEO. Kode CSS diletkkan bersamaan dengan elemen yang diatur. Contohnya:

<p style="color: #cccccc;">Teks Yang Diatur Dengan CSS</p>

Bagaimana Anda Menimbang?
Mungkin Anda bertanya, apa yang akan saya gunakan... Sampai saat ini saya masih menggunakan metode internal, karena saya hanya gunakan css itu untuk satu blog ini saja. Jadi dengan mudah saya login blogger dan atur css saya. Berbeda bagi yang menggunakan css yang sama untuk banyak blog. Mungkin mereka akan lebih suka dengan mode external karena mereka cukup edit satu file dan itu akan bekerja untuk semua blognya. Sedangkan penggunaan inline, dirasa hemat tempat dan memudahkan saat pengeditan karena css berada dekat dengan objek. Namun sekali lagi banyak yang berpendapat ini buruk untuk SEO.

Tubrukan External dan Internal
Anda bisa menggunakan beberapa metode itu sekaligus. Dan jika ternyata pada penulisan css internal dan external terdapat kode yang bertubrukan. Misal di bagian css internal bertuliskan
h2
{
text-align:right;
font-size:16pt;
}

dan dibagian file external Anda bertuliskan
h2
{
color:#000000;
text-align:left;
font-size:10pt;
}

Maka h2 akan bekerja dengan warna hitam dari css external (karena kode warna hanya terdapat di css external), sementara perataan teks (text-align) dan ukuran huruf (font-size) yang ada pada kedua mode penulsian css, yang terpanggil adalah css dengan metode Internal Stylesheet.

Besok kita belajar CSS lagi, semoga yang saya berikan sore ini bermanfaat...

Read More......

Saturday, June 19, 2010

Pengenalan CSS - Belajar CSS #1

Belum terlambat pikir saya kita mempelajari css, setelah banyakanya blogger yang hanya bertanya dan bertanya  tanpa mau mendalami. Mari kita rintis bersama seri awal belajar css di blog ini dan membawa kita semua mengenal css lebih jauh, dan semoga Anda segera bisa menguasainya, paling tidak untuk aplikasikan sendiri utak-atik template Anda sendiri.



Pengertian (Apa Itu) CSS?
CSS adalah singakatan dari Cascading Style Sheets. Yakni Bahasa Pemrograman yang digunakan untuk mengendalikan objek tertentu pada suatu halaman web. Jika kita ambil pengertian dari wikipedia maka, seperti berikut:

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam.

Keuntungan Menggunakan CSS
Dalam mode HTML, misalkan Anda ingin menulis tulisan "Saya Seorang Blogger" dengan gaya tebal, maka Anda bisa menuliskan seperti ini:
<b>Saya Seorang Blogger</b>

Lalu misalkan Anda ingin membuatnya bergaya italic maka Anda bisa gunakan kode seperti berikut ini:
<i>Saya Seorang Blogger</i>

Atau Anda ingin gabunkan kedua, bergaya tebal dan juga miring, maka kodenya seperti berikut:
<i><b>Saya Seorang Blogger</b></i>

Style yang Anda inginkan akan terpecahkan dengan perintah tersebut. Namun ketika Anda ingin melakukan hal yang sama pada banyak elemen atau bagian, maka Anda akan sangat kesulitan jika harus memasukkan kode satu persatu. Yang pertama tentu saja lebih menambah berat dan yang kedua merepotkan! Dengan CSS kita akan lebih mudah dan praktis

Browser Issues
Ketika Anda mempelajari lebih jauh variasi css, maka Anda akan menyadari tidak semua Browser membaca dengan cara yang sama. Browser besar seperti Firefox dan IE saja menghasilkan hasil baca yang berbeda. Oleh karena itu seringkali tampilan Anda bagus di browser tertentu namun berantakn di yang lain...

Ini adalah seri awal pengenalan CSS. Kita memulai dengan yang ringan... Kedepan kita membahas lebih jauh tentang penggunaan CSS, dan hubungan CSS dengan semua hal... Tentang efektivitas, kecepatan, bahkan CSS bisa berpengaruh besar terhadap kinreja Blog Anda dan juga kenyamanan di mata pengunjung atau robot mesin pencari...

Read More......

Wednesday, June 16, 2010

Fungsi dan Pengertian !Important Pada CSS

Dalam beberapa postingan saya, saya pernah memasukkan kode !Important pada CSS. Lantas banyak yang bertanya apa fungsinya. Ya, sesuai namanya itu menunjukkan kepentingan suatu css (important dalam bahasa inggris, penting dalam bahasa Indonesia). Banyak blogger menggunakannya untuk mengakali agar blog mereka baik di semua browser bahkan di browser-browser lawas seperti IE 6 dan versi-versi sebelumnya dengan memadukan width, max-width, min-width dan tingakat kepentingan dengan !important.

Sekarang saya akan mencoba mengenalkan ini dengan mudah dan semoga Anda bisa memahaminya. Kita akan mengambil contoh pada penggunaan kode selective yakni pemasangan widget di halaman tertentu (baca keseluruhan kode di : penampilan widget di halaman tertentu). Misalnya

Studi Kasus
#perintah 1 - Kita menggunakan kode selective tidak menampilkan sidebar blog di selain homepage. Artinya setiap memasuki halaman postingan atau archive page (pokoknya yang selain homepage), otomatis sidebar tersebut akan hilang.
#perintah 2 -  Lalu, kita menginginkan ada sidebar pada satu alamat postingan tertentu dan kita menyisipkan kode selective untuk menampilkan sidebar pada postingan tertentu. Misal postingan tersebut berlamatkan di:
http://www.masdoyok.co.cc/2010/06/fasilitas-editor-video-bari-di-youtube.html


Masalahnya?
Disini ada dua kode css yang berlawanan. Pertama kode css memerintahkan agar sidebar tidak  ditampilkan di selain homepage. Artinya pada halaman postingan dan halaman label sidebar tidak ditampilkan. Sedangkan perintah kedua adalah menampilkan sidebar pada halaman postingan tertentu saja.

- Ketika browser membuka homepage, maka tidak masalah karena itu hanya melibatkan perintah 1. Sidebar akan ditampilkan.
- Ketika browser membuka archivepage, maka tidak masalah karena itu hanya melibatkan perintah 1. Sidebar tidak ditampilkan karena archive page termasuk 'selain homepage'
- Ketika browser membuka alamat postingan lain secara umum, maka tidak masalah karena itu hanya melibatkan perintah 1, dan sidebar tidak akan ditampilkan karena alamat postingan termasuk 'selain homepage'
- Namun ketika browser membuka alamat postingan tertentu berikut: http://www.masdoyok.co.cc/2010/06/fasilitas-editor-video-bari-di-youtube.html, maka browser akan menemukan dua perintah yakni perintah 1 dan perintah 2. Alamat tersebut termasuk ke dalam perintah pertama, karena termasuk 'selain homepage' dan juga termasuk ke perintah kedua yang memang dikhususkan untuk postingan tersebut.

Nah, disinilah kode kepentingan !important akan berguna. Ketika ada dua kode yang berbenturan, kita menggunakan tambahan !important pada CSS.

Mana Yang Menang?
Di atas adalah contoh penggunaan nyata. Sekarang kita akan mencoba untuk menggunakannya pada hal yang lebih sederhana. Misalkan ode kode seperti ini.

#main-wrapper {
width: 700px;
width: 900px;
}

Kode tersebut tentu aneh karena memiliki dua lebar. Tapi ini hanya sebagai contoh saja. Jika suatu ketika Anda tanpa sengaja menyisipkan dua kode lebar seperti di atas, maka yang menang adalah perintah yang palign bawah. Artinya browser akan menampilan main-wrapper Anda selebar 900 px dan bukan 700 px. Jika kita bubuhkan !important menjadi seperti berikut ini:

#main-wrapper {
width: 700px !important;
width: 900px;
}

Pada kode di atas ada dua kode lagi yang sama. Jika tanpa !important maka kode yang bawah yang akan menang, namun ketika Anda menyisipkan kode !important maka yang diberi !important lah yang dianggap lebih penting dan dibaca oleh browser. Semoga sedikit pendalaman soal css ini bermanfaat untuk Anda dan menjawab beberapa blogger yang setia mangkal disini. Selamat siang... saya akan datang lagi dengan post lain yang takkalah menarik....

Read More......

Saturday, May 15, 2010

Membuat Semua Postingan Otomatis Bergaya Kolom dengan CSS

Setelah posting sebelumnya mengenai membuat postingan bergaya kolom (Baca: Cara Membuat Postingan Dua Kolom di Blogger/Blogspot) dilanjutkan dengan trik memanfaatkan microsoft word (Baca: Membuat Postingan Berkolom atau Tabel Mudah Dengan Bantuan Ms Word), sekarang saya kembali menanggapi berbagai pertanyaan dari sahabat blogger seperti, "Bagaimana cara membuatnya otomatis untuk semua postingan kita?". Kali ini akan saya jawab tuntas, dan seperti saya perkirakan akan ada yang menyenggol lewat komentar ada cara mudah membuat postingan berkolom menggunakan css3. Nah, mungkin banyak yang bertanya, untuk apa saya posting ke tiga cara tersebut? jawabannya adalah karena ada plus minusnya masing-masing. Mari kita bahas lebih jauh.


Cara Manual... dan Memanfaatkan Ms. Word...
Pengisian kode akan menyusahkan beberapa orang yang malas berkode ria. Namun, sebaliknya ini akan memudahkan dalam penyesuaian dengan template bagi orang yang suka coding, seperti atur ukuran lebar per kolom dan jaraknya. Sama halnya dengan memanfaatklan microsoft word. Kode yang dihasilkan akan sama dengan pembuatan tabel manual. Banyak juga yang beralasan tidak ingin menyibukkan memasukkan code setiap mereka posting. Tapi satu lagi kelebihan yakni model kolom ini tidak bermasalah di semua browser termasuk IE.

Dengan CSS 3
Dengan trik menambahkan kode css 3 jauh lebih prosedural dan lebih mudah. Ini jgua bisa diterapkan otomatis untuk semua postingan. Hanya saja seperti mode rounded, efek ini belum diterima Internet Explorer.

Lepas dari semua itu, untuk memnuhi juga banyaknya email masuk mengenai permintaan membahas CSS 3, saya akan memulainya dengan postingan berkolom. Kode yang digunakan adalah...

-moz-column-count: 3;
-moz-column-gap: 1em;
-moz-column-rule: 1px solid black;
(untuk firefox dan universal)

-webkit-column-count: 3;
-webkit-column-gap: 1em;
-webkit-column-rule: 1px solid black;
(untuk safari)

Semua Postingan...
Mari kita terapkan kode diatas. Jika Anda ingin menerapkannya di semua postingan maka Anda harus perhatikan soal gambar. Ukuran gambar tidak boleh lebih lebar dari lebar per kolom karena jika lebih lebar maka akan bertumpuk dengan kolom. Untuk membuatnya otomatis di tiap postingan Anda

1. Login blogger
2. Tata Letak
3. Edit HTML
4. Cari kode
.post {
  margin:.5em 0 1.5em;
  border-bottom:1px dotted $bordercolor;
  padding-bottom:1.5em;
.................
............................
  }

5. Tambahkan kode css multi column tadi ke bagian itu sehingga menjadi seperti ini
.post {
  margin:.5em 0 1.5em;
  border-bottom:1px dotted $bordercolor;
  padding-bottom:1.5em;
-moz-column-count: 3;
-moz-column-gap: 1em;
-moz-column-rule: 1px solid black;
-webkit-column-count: 3;
-webkit-column-gap: 1em;
-webkit-column-rule: 1px solid black;
  }

6. Simpan template Anda

Ingin hanya pada bagian tertentu...
JikaAnda ingin hanya pada bagian tertentu, silahkan Anda tambahkan kode berikut ini di atas ]]></b:skin>

#postingankolom {
-moz-column-count: 2;
-moz-column-gap: 1em;
-moz-column-rule: 1px solid black;
-webkit-column-count: 2;
-webkit-column-gap: 1em;
-webkit-column-rule: 1px solid black;
}

Pada column-count ganti dengan jumlah kolom yang diinginkan. Lebar area postingan otomatis akan dibagi berdasarkan angka tersebut. Column-gap untuk jarak dan column-rule untuk pengaturan garis tengah. Jika sudah silahkan simpan template Anda. Lalu untuk aplikasikan effectnya silahkan gunakan kode HTML berikut. Gunakan mode pengeposan edit HTML.

<div id="postingankolom">
letakkan tulisan Anda disini
</div>

Contohnya Adalah Sebagai Berikut
Karena sebuah hajat aku bersama 5 orang kerabatku pergi bersama. Dengan 3 buah sepeda motor kami memulai perjalan kami. Aku berada paling belakang karena aku paling muda. Perjalanan ini semula tampak biasa saja karena aku telah hafal jalan-jalan ini, jalan beraspal yang sedari dulu sering aku lewati. Rasanya aku bahkan dapat membayangkannya walau harus memejamkan mata. Namun ternyata tujuan kami lebih dari perkiraanku. Melewati jalan yang sama sekali belum pernah aku lihat. Semakin sepi dan semakin sepi. Pemandangan semakin alami dengan pegununggan indah di kiri dan sungai kecil yang mengalir biasa di kanan. Aku harus membagi benar konsentrasi mengendarai sepeda motor di jalan yang berkelok dan menikmati keindahan tersebut.

Silahkan mencoba trik ini dan semoga mas doyok memberikan sesuatu yang bermanfaat setiap harinya....

Read More......

Wednesday, March 31, 2010

Bedah, Edit dan Curi Template Orang dengan Firebug

Apa yang selama ini Anda lakukan ketika Anda tertarik pada desain suatu blog yang Anda kunjungi? Anda menirunya secara manual dengan gambaran imajinasi visual saja? Atau Anda mengambil css dengan ambil Kode Sumber Halaman? (Klik Kanan lalu pilih View Page Source). Yang lebih mudah lagi mungkin Anda gunakan software pembantu semacam stylizer yang dengan mudah memilah-milah bagian template dan memungkinkan Anda mengeditnya dengan preview langsung. (Baca: Stylizer, Edit CSS Mudah dengan Preview Real Time). Yang terakhir dulu sering saya manfaatkan untuk bedah widget-widget default blogger, namun belakangan saya merasa itu tak jauh lebih baik ketimbang fitur baru blogger, Blogger Template Designer (Baca: Blogger Temp;ate Designer - Fitur Baru Blogger Lagi).

Sebenarnya ada alternatif lain yang bisa Anda gunakan, sebuah pengaya dari Firefox yang sangat fleksibel. Bahkan Anda bisa belajar css dan Html dengan pengaya ini. Kita bisa sorot bagian-bagian kecil template dan otomatis akan muncul informasi CSS dan juga HTML nya. Fungsi lain yang tak kalah menarik, Anda juga dapatkan fasilitas seperti di stylizer dan blogger template designer yakni preview real time saat Anda edit code.

Untuk contoh penggunaan, misal saya lakukan pada facebook.com. Setelah Anda instal pengaya ini, maka Anda bisa memanggilnya dengan cara klik logo firebug di bagian kanan-bawah browser. Atau lewat menu, dengan pilih Tools - Firebug - Open Firebug. Alatnya akan muncul di bagian bawah tampilan blog yang Anda buka.


Kembali lagi kita buka facebook, mari kita bedah habis. Untuk fungsi-fungsi lain yang sangat banyak silahkan Anda nanti coba sendiri. Kita lakukan hal dasar namun memberi perubahan besar.

Penggunaan Untuk Edit Bagian Tertentu
Tentukan bagian yang ingin Anda rubah warnanya. Gunakan tools Inspect. Letaknya di bagian kiri-atas tool firebug.

Klik bagian template yang Anda inginkan. Widget atau bagian yang Anda seleksi akan dikelilingi border biru tua. Cara lain yang lebih mudah adalah arahkan mouse Anda ke bagian template yang Anda inginkan, klik tombol kanan mouse lalu pilih Inspect Elemen.
 
Firebug akan langsung menampilkan bagian htlm dan css bagian yang Anda pilih.
Nah, sekarang Anda bisa mulai edit bagian yang Anda inginkan. Klik saja kode yang ingin Anda rubah. Misalnya warna.
 

Masukkan saja kode warna penggantinya. (Lihat: Kode Warna HTML Lengkap) Misal Anda ubah hijau menjadi seperti ini


Ini lah hasil editan facebook versi jawa:

(Kalau mau jelas di klik saja gambarnya, atau lengkap bagian-bagian facebook jowo ini lihat di Facebook Versi Jowo by Mas Doyok)

Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk menggunakannya silahkan dapatkan pengaya ini dengan kunjungi https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/1843. Silahkan mencoba menggunakan firebug, semoga Anda bisa lebih mahir dengan kode-kode css atau html. Semoga artikel ini bermanfaat.

Read More......

Saturday, February 20, 2010

Related Posts Style

Assalamualaikum. Bersama Muhammad Rizki Fadillah seperti biasa kita akan membahas seputar modifikasi template. Anda tentu tahu related posts. Related posts digunakan untuk menampilkan postingan yang berkaitan dengan artikel yang sedang dibuka. Related posts bisa membuat pengunjung blog betah dengan membuat mereka penasaran dengan postingan di blog anda. Cara membuat related posts pernah dibuat oleh Mas Doyok. Nah, kali ini kita juga akan membuat related posts, namun dengan style yang lebih aduhai. Seperti ini.

Indahnya, indahnya, aduhai... Manisnya, manisnya, aduhai... Saat-saat memadu cinta, saat-saat yang paling indah... Kata-kata bak mutiara, kata-kata dalam bercinta...

Waduh, kok jadi nyanyi sih? Okelah kalo begitu, okelah kalo begitu... okelah kalau begitu... okelah kalo begitu... kita mulai tutorialnya...

Ayo kita mulai.

1. Login ke Blogger, lalu klik Tata Letak > Edit HTML.

2. Backup dulu template anda.

3. Centang checkbox Expand Template Widget.

3. Cari kode:
]]></b:skin>
4. Taruh kode berikut diatasnya.
/* Kode CSS untuk Artikel Terkait */
#underpost{
font-family:Arial, Tahoma, Verdana, Sans-serif;/* Jenis font. */
font-size:small;/* Ukuran font. */
color:#0080FF;/* Warna teks. */
background:#81BEF7;/* Warna latar belakang. */
clear:both;
float:left;
width:410px;/* Lebar area artikel terkait. Sesuaikan dengan lebar main-wrapper (kolom posting) anda. */
-moz-border-radius:10px;
border:0;
height:auto;
margin:0 auto;
padding:10px;
}
#underpost h2{
font-family:'Trebuchet MS',Trebuchet,Arial,Verdana,Sans-serif;/* Jenis font heading. */
font-size:large;/* Ukuran font heading. */
color:#0080FF;/* Warna teks heading. */
margin-bottom:5px;
border-bottom:1px solid #0080FF;/* Warna garis pembatas dibawah teks heading. */
padding:0 0 5px;
}
#underpost a,#underpost a:link,#underpost a:active,#underpost a:visited{
color:#0B243B;/* Warna link */
text-decoration:none;
}
#underpost a:hover{
text-decoration:underline;
}
#artikel-terkait{
overflow:auto;
width:auto;
height:400px;/* Tinggi dari artikel terkait */
padding:10px;
}
5. Cari kode:
<p><data:post.body/></p>
6. Masukkan kode berikut dibawah kode diatas.
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='underpost'>
<div class='similiar'>

<div class='widget-content'>
<h2>Artikel Menarik Lainnya</h2>
<div id='artikel-terkait'>
<div id='relposts'/><br/><br/>
<script type='text/javascript'>

var homeUrl3 = &quot;<data:blog.homepageUrl/>&quot;;
var maxNumberOfPostsPerLabel = 4;
var maxNumberOfLabels = 10;

maxNumberOfPostsPerLabel = 100;
maxNumberOfLabels = 3;


function listEntries10(json) {
var ul = document.createElement(&#39;ul&#39;);
var maxPosts = (json.feed.entry.length &lt;= maxNumberOfPostsPerLabel) ?
json.feed.entry.length : maxNumberOfPostsPerLabel;
for (var i = 0; i &lt; maxPosts; i++) {
var entry = json.feed.entry[i];
var alturl;

for (var k = 0; k &lt; entry.link.length; k++) {
if (entry.link[k].rel == &#39;alternate&#39;) {
alturl = entry.link[k].href;
break;
}
}
var li = document.createElement(&#39;li&#39;);
var a = document.createElement(&#39;a&#39;);
a.href = alturl;

if(a.href!=location.href) {
var txt = document.createTextNode(entry.title.$t);
a.appendChild(txt);
li.appendChild(a);
ul.appendChild(li);
}
}
for (var l = 0; l &lt; json.feed.link.length; l++) {
if (json.feed.link[l].rel == &#39;alternate&#39;) {
var raw = json.feed.link[l].href;
var label = raw.substr(homeUrl3.length+13);
var k;
for (k=0; k&lt;20; k++) label = label.replace(&quot;%20&quot;, &quot; &quot;);
var txt = document.createTextNode(label);
var h = document.createElement(&#39;b&#39;);
h.appendChild(txt);
var div1 = document.createElement(&#39;div&#39;);
div1.appendChild(h);
div1.appendChild(ul);
document.getElementById(&#39;relposts&#39;).appendChild(div1);
}
}
}
function search10(query, label) {

var script = document.createElement(&#39;script&#39;);
script.setAttribute(&#39;src&#39;, query + &#39;feeds/posts/default/-/&#39;
+ label +
&#39;?alt=json-in-script&amp;callback=listEntries10&#39;);
script.setAttribute(&#39;type&#39;, &#39;text/javascript&#39;);
document.documentElement.firstChild.appendChild(script);
}

var labelArray = new Array();
var numLabel = 0;

<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:loop values='data:post.labels' var='label'>
textLabel = &quot;<data:label.name/>&quot;;

var test = 0;
for (var i = 0; i &lt; labelArray.length; i++)
if (labelArray[i] == textLabel) test = 1;
if (test == 0) {
labelArray.push(textLabel);
var maxLabels = (labelArray.length &lt;= maxNumberOfLabels) ?
labelArray.length : maxNumberOfLabels;
if (numLabel &lt; maxLabels) {
search10(homeUrl3, textLabel);
numLabel++;
}
}
</b:loop>
</b:loop>
</script>
</div>
</div>

</div>
</div>
</b:if>
7. Klik Simpan Template.

Silakan lihat blog anda. kini pada postingan anda sudah ada artikel terkait yang berkaitan dengan artikel yang sedang dibuka pengunjung.

Selamat mencoba!

Read More......